Jakarta, Prokompim Setda Beltim – Tegaskan bahwa transformasi inovasi lokal menjadi kebijakan strategis daerah merupakan kunci untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia juga menekankan bahwa inovasi tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilembagakan agar dampaknya dirasakan seluruh masyarakat.

Hal ini disampaikan Kamarudin Muten, Bupati Belitung Timur dalam paparan Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam Mewujudkan Digitalisasi Pelayanan Publik dan Inovasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kabupaten Belitung Timur 2025-2029 pada rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri RI, Selasa (18/11/25).

Dalam paparannya, Kamarudin menjelaskan bahwa Belitung Timur sebenarnya memiliki modal besar berupa 188 inovasi yang lahir secara organik dari kebutuhan masyarakat sepanjang 2023–2024. Namun, ia menilai inovasi tersebut belum sepenuhnya terorganisasi. 

“Selama ini banyak inovasi yang berjalan baik, tetapi masih bersifat siloed dan sangat tergantung pada individu penggagasnya,” ujarnya dalam sesi penyampaian materi. 

Kondisi ini, membuat daerah kesulitan melakukan scaling-up atau memperluas implementasi inovasi ke seluruh wilayah. Selain itu, ketidakpastian alokasi anggaran dan SDM menyebabkan inovasi sering bersifat sementara dan spesifik untuk kebutuhan suatu proyek tertentu, bukan sebagai bagian dari alokasi permanen atau terstruktur. 

“Inilah mengapa Kabupaten Belitung Timur membutuhkan Rencana Aksi Daerah sebagai jembatan formal agar inovasi bisa diterjemahkan ke dalam perencanaan dan penganggaran resmi daerah,” paparnya lagi.

Melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Inovasi Pelayanan Publik 2025–2029, pemerintah daerah ingin memastikan inovasi tidak hanya lahir, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan dampak luas. RAD ini dirancang untuk melembagakan inovasi unggulan sehingga mendapatkan kepastian sumber daya, sekaligus menyelaraskan program daerah dengan empat pilar prioritas nasional PHTC: kesehatan, pendidikan, pangan, dan digital. 

“Arah besarnya adalah menjadikan inovasi sebagai gerakan daerah yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya. 

 

 

Paparkan Sejumlah Inovasi Unggulan

Dalam lanjutan pemaparannya, Kamarudin juga merinci sejumlah inovasi unggulan yang telah dikelompokkan ke dalam empat pilar. Untuk sektor kesehatan, Belitung Timur mengembangkan inovasi dari hulu hingga hilir, mulai dari SIE CANTIK untuk skrining calon pengantin, KERITAK untuk ibu hamil, hingga PILUS BELTIM dan GANGAN IKAN yang memanfaatkan pangan lokal untuk pemenuhan gizi balita. Inovasi-inovasi ini disebutnya sebagai contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis kebutuhan lokal bisa mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Sementara itu, pada pilar pendidikan dan digitalisasi, inovasi seperti CEMPEDIK, KETAM LEGIT, hingga SEMANGAT dan LAIS hadir sebagai upaya membangun SDM unggul dalam era digital. 

“Kami ingin demokratisasi pengetahuan benar-benar terjadi, dan literasi digital harus menjadi karakter masyarakat Beltim ke depan,” ujarnya. 

Tak hanya itu, sektor ketahanan pangan juga diperkuat melalui program seperti BEBASUN, GEMPAR, serta META KODOK yang mengolah lahan pasca-tambang menjadi area produktif. 

Untuk pilar ekonomi dan tata kelola digital, ia menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan dan inklusif melalui inovasi seperti TRAWANG BELTIM, SIPESPA.COM, serta ekosistem digital UMKM seperti PONDOK UMKM dan PAK SATAM. Inovasi ini merupakan fondasi percepatan transformasi digital menuju birokrasi yang efisien, transparan, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru. 

“Transformasi digital bukan hanya soal aplikasi, tetapi soal perubahan cara kerja dan cara melayani,” tegasnya. 

Kamarudin menutup paparannya dengan menekankan pentingnya payung hukum, orkestrasi lintas sektor, jaminan sumber daya, serta sistem monitoring dan evaluasi yang kuat untuk menjalankan RAD secara berkelanjutan. 

“Transformasi inovasi lokal menjadi aksi daerah adalah langkah strategis untuk menjadikan Belitung Timur lebih nyaman dan berkemajuan,” pungkasnya dalam sesi akhir pemaparan.

 

*prokompim Setda Beltim

Kembali ke Berita